Budaya Jawa yang Mulai Luntur Secara Perlahan

Sumber : Pinterest

Mendengar kata Jawa tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, Budaya Jawa memang sudah terkenal akan keunikan dan keragamannya. Mulai dari, bahasa, kepercayaan, kesenian, dan  masih banyak lagi. Budaya Jawa sangat mengutamakan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian dalam kehidupan sehari – hari. Budaya Jawa juga sangat menjunjung tinggi  kesoponan dan kesederhanaan. Secara garis besar Budaya Jawa dibagi menjadi tiga yaitu budaya Banyumasan, budaya Jawa Tengah – DIY, dan budaya Jawa Timur.

Kebudayaan Jawa adalah hasil pemikirian dari orang Jawa yang dituangkan menjadi tradisi yang terus dipertahankan hingga saat ini dan diturunkan secara turun menurun oleh leluhur orang Jawa. Ciri atau identitas dari budaya Jawa adalah Kejawen, Kejawen merupakan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Suku Jawa khususnya. Kejawen sendiri bersumber dari kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Karena itulah, Suku Jawa umumnya dianggap sebagai Suku yang mempunyai kemampuan spiritual yang cukup tinggi.

Budaya Jawa sebagai warisan leluhur yang agung didalamnya terdapat berbagai macam ajaran mengenai moral, meliputi sopan santun, budi pekerti, tata karma, dan unggah – ungguh yang digunakan sebagai pedoman hidup sehari – hari.

Namun sangat disayangkan, Budaya Jawa kian hari kian luntur akibat masuknya budaya Asing yang tidak dapat di saring oleh generasi sekarang pada umumnya. Masuknya budaya asing ke Indonesia sangat memberi dampak yang negatif, seperti menyebabkan keguncangan budaya, yaitu masuknya budaya baru ke dalam budaya lain yang menyebabkan adanya perubahan mendadak.

Budaya asing yang masuk ke Indonesia menyebabkan perubahan nilai – nilai budaya yang ada. Dari cara berpakain, kesopanan, bahasa, dan masih banyak lagi. Tapi hal itu, sekarang tidak lagi dipedulikan oleh generasi milenial dan malah memilih budaya asing sebagai pedoman hidup dengan alasan mengikuti tren gaya hidup.

Pada umumnya, masyarakat Jawa selalu memakai pakaian yang sopan tidak memperlihatkan apa yang seharusnya tidak diperlihatkan. Tapi, yang terjadi sekarang mereka malah memilih gaya berpakain orang – orang asing yang lebih suka berpakain terbuka, ketat, seksi sehingga terlihat tidak sopan dan sangat bertentangan dengan budaya mereka sendiri yaitu budaya Jawa.

Dalam bahasa pun mereka sudah berubah menjadi bahasa modern atau yang biasa disebut dengan bahasa gaul yang mengakibatkan lunturnya bahasa jawa yang terdapat nilai kesopanan disetiap penggunaannya. Bahkan anak muda zaman sekarang ada yang tidak bisa berbahasa jawa padahal mereka asli keturunan Suku Jawa.

Masyarakat Jawa zaman sekarang terutama generasi muda memiliki sifat individual yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak menghargai satu sama lain. Sedangkan masyarakat Jawa pada umumya sangat mengutamkan gotong – royong dalam kehidupan sosialnya.

Tak hanya itu, bahkan dalam bidang kesenian pun sekarang sudah jarang diminati oleh generasi muda. Mereka malah memilih hiburan dari budaya asing seperti film yang dipertontonkan di Bioskop. Sedangkan dalam budaya Jawa sendiri memiliki hiburan kesenian sendiri seperti wayang, ketoprak, teater, dan tari.

Pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia juga dapat menyebabkan hilangnya jati diri kita sebagai masyarakat Suku Jawa yang sangat mementingan nilai – nilai budaya dalam kehidupan sehari – hari. Sebagai generasi muda sangat penting dalam menyaring budaya – budaya asing yang masuk agar budaya asli kita terutama Jawa tidak luntur dan bahkan bisa hilang. Pelestarian budaya memang sangat perlu dilakukan agar kita mengetahui siapa leluhur kita yang mewarisi budaya tersebut dan harus kita jaga dan turunkan secara turun – menurun.   

Reporter                     : Ade Arif Saefudin

Redaktur/editor         : Dewa/Gandi

Sumber                       : https://www.qureta.com/post/lunturnya-budaya-jawa

Pos dibuat 448

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas