Tradisi Mondosiyo di Dusun Pancot Tawangmangu

25 April 2021 | 18.00 WIB

Fisi.news. Tradisi mondosiyo merupakan upacara adat yang dilaksanakan di Dusun Pancot, Kalisoro, Tawangmangu. Tradisi mondosiyo ini adalah tradisi kepercayaan asli masyarakat jawa di lereng gunung lawu yang masih dilestarikan oleh warga dusun Pancot dari dulu hingga sekarang. Dalam kepercayaan masyarakat setempat tradisi mondosiyo ini dapat menghindarkan dari hal-hal yang tidak baik sekaligus mengekspresikan rasa syukur dan meminta agar masyarakat diberikan berkah.

Menurut penanggalan Jawa, tradisi ini rutin digelar sekitar enam lapan sekali atau pada waktu selasa kliwon wuku mondosiyo. Biasanya masyarakat setempat menggelar tradisi ini di sekitaran pendopo dusun Pancot. Dalam acara tersebut beberapa kelompok kesenian seperti gamelan dan reog ponorogo juga unjuk kebolehannya untuk menghibur masyarakat yang datang untuk menyaksikan. Agus wahyudi selaku warga dusun Pancot mengatakan “ Tradisi mondosiyo ini biasanya disebut tradisi sedekah bumi atau bersih desa yang dilaksanakan di sekitar pendopo desa Pancot. Acara tersebut sangat ditunggu-tunggu masyarakat setempat, biasanya ada ratusan bahkan ribuan orang yang hadir untuk melihat tradisi mondosiyo ini. Rencananya tradisi mondosiyo akan kembali dilaksanakan pada tanggal 4 mei 2021 besok, tetapi masyarakat yang hendak menyaksikan harus mematuhi protokol kesehatan’’ ujarnya.

Dalam acara tersebut biasanya terdapat berbagai jenis makanan yang disajikan sebagai rasa syukur warga setempat yang nantinya akan dibagikan. Pada puncak acara tradisi mondosiyo ini, warga setempat terutama laki-laki berebut ayam hidup yang dilempar ke atap bangunan dan biasanya diiringi oleh alunan musik jawa serta suara riuh warga yang menyaksikan. Diyakini siapapun yang berhasil mendapatkan ayam tersebut akan terhindar dari malapetaka dan akan mendapatkan berkah. Diharapkan tradisi mondosiyo sebagai warisan leluhur ini tetap terus dilestarikan karena dapat mempererat tali persaudaraan dan kerukunan.

Viviana Arbaningtyas/Ahmad Fauzi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*