Komposisi Foto Yang Harus Dipahami Sebelum Memulai Hobi Fotografi!

Fisinews.com–Tampilan sebuahgambar atau foto dapat kita jadikan sebagai suatu media komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Sebagai seorang fotografer yang ahli dalam memotret foto, hal penting yang harus dipahami selain berbagai teknik dasar fotografi dan macam-macam lensa kamera adalah komposisi.

Komposisi memiliki kekuatan yang berpengaruh dalam menyampaikan secara tepat terhadap pesan yang ingin kita sampaikan melalui media sebuah foto yang kita hasilkan kepada khalayak luas.

Komposisi adalah sebuah cara untuk memandu mata viewer untuk melihat elemen yang sangat penting dari sebuah foto.

Sebuah komposisi yang baik dapat membantu terciptanya sebuah karya seni dari sebuah foto.Sebaliknya, komposisi yang tidak baik atau buruk dapat merusak makna sebuah foto secara keseluruhan. Akibatnya, pesan yang ingin disampaikan oleh fotografer melalui media foto menjadi tidak tersampaikan kepada khalayak luas dan komunikasi yang efektif pun tidak akan terjadi.

Dilansir dari lamanwebsite pakarkomunikasi.com dari author Ambar, dalam dunia fotografi terdapat berbagai macam teknik komposisi yang dapat membantu kita loh dalam menghasilkan sebuah foto yangluar biasa keren, dan diantaranya adalah:

1. The Golden Ratio

Komposisi fotografi kamera DSLR, Teknik komposisi The Golden Ratio adalah teknik komposisi yang membagi layar kita ke dalam beberapa bagian dengan perbandingan 1:1.618.

Dibandingkan dengan Rule of Thirds, garis-garis dalam The Golden Ratio terkonsentrasi di tengah frame dengan ukuran 3/8 frame di bagian atas, 2/8 frame di tengah, dan 3/8 frame di bawah.

2. Rule of Thirds

Rule of Thirds adalah sebuah teknik komposisi yang paling banyak digunakan oleh fotografer. Dengan rule of thirds, pusat perhatian ditempatkan pada setiap titik simpang garis yang membagi gambar atau foto dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.

Teknik ini sangat berguna untuk membentuk struktur komposisi sebuah gambar. Kini, mengikuti perkembangan teknologi, beberapa manufaktur menawarkan sebuah rentang garis pada layar display kamera digital untuk membantu fotografer dalam membentuk komposisi sebuah gambar atau foto.

3. Golden triangles

Golden triangles adalah salah satu teknik komposisi fotografi yang dilakukan dengan cara membagi gambar secara diagonal dari sudut yang satu ke sudut yang lain kemudian menarik sebuah garis dari satu sudut yang lain hingga bertemu di garis pertama dengan sudut 90 derajat. Selanjutnya, meletakkan elemen-elemen fotografi hingga jatuh di dalam tiga buah segitiga yang dihasilkan.

4. Balance

Balance secara khusus digunakan ketika menggunakan teknik komposisi Rule of Thirds atau The Golden Ratio dengan tujuan agar gambar memiliki keseimbangan. Sebuah foto yang memiliki subyek lebar dan berada di posisi paling depan dari subyek yang lain dapat menciptakan sebuah gambar yang terlihat terlalu berat sebelah.Kita dapat menciptakan beberapa keseimbangan dengan menyertakan sebuah elemen yang kurang penting atau sebuah elemen yang tampil lebih kecil di belakang.

5. Leading lines

Teknik leading lines membantu mata viewer tertuju pada titik pusat dan fokus perhatian pada beberapa elemen penting yang ada pada sebuah gambar atau foto. Teknik ini juga membantu menciptakan sebuah ilusi kedalaman atau ilusi jarak dalam sebuah komposisi. Umumnya yang dapat digunakan sebagai leading lines adalah tembok atau pola-pola atau jalan.

6. Lighting

Lighting atau pencahayaan dapat menambah atau memberikan efek dramatis ke dalam foto kita. Biasanya kita membutuhkan sumber cahaya dibelakang kita ketika memotret.

Terdapat tiga macam lighting yang dikenal dalam dunia fotografi, yaitu:

  •  backlighting
  • sidelighting
  • floor lighting. 

Backlighting terjadi ketika sumber cahaya berada di depan lensa dan di belakang subyek hingga menciptakan gambar siluet. Sementara itu, sidelighting atau pencahayaan dari sebelah sisi sangat efektif dalam mengkomunikasikan kekuatan emosi. Terakhir, floor lighting adalah sebuah teknik yang menempatkan sebuah sumber cahaya di depan dan di bawah subyek dan kamera untuk menciptakan atau menimbulkan kesan misteri.

7. Fill the Frame

Memenuhi frame dengan subyek dan meninggalkan sedikit ruang atau tidak ada ruang sama sekali di sekitar frame dapat menjadi efektif untuk situasi tertentu. Hal ini dapat membuat viewer menjadi benar-benar fokus pada subyek utama tanpa adanya hal-hal yang mengganggu.

Selain itu, viewer dapat mengeksplorasi hal-hal kecil yang dimiliki oleh subyek yang tidak akan mungkin dipotret dari jarak jauh. Teknik ini seringkali digunakan dalam jarak yang sangat dekat. Dalam beberapa kasus, teknik ini dapat menghasilkan sebuah foto yang sangat orisinal dengan komposisi yang menarik.

8. Left to Right Rule

Ada sebuah teori yang berpendapat bahwa kita membaca sebuah gambar dari kiri ke kanan sama seperti cara kita membaca sebuah teks. Untuk alasan inilah disarankan bagi beberapa gerakan yang dipotret dalam sebuah foto hendaknya mengalir dari kiri ke kanan.

9. Simplification

Sebagai sebuah aturan umum, gambar yang sederhana cenderung menjadi lebih menarik dibandingkan dengan gambar yang sangat kompleks. Teknik komposisi simplification pada dasarnya memiliki kesamaan dengan teknik komposisi fill the frame.

Untuk dapat menggunakan teknik komposisi ini, pertama kali ajukan sebuah pertanyaan kepada diri kita sendiri menyangkut elemen apa yang ingin ditambahkan ke dalam komposisi yang kita buat. Kita dapat melakukan teknik ini dengan cara mengatur ulang komposisi. Sehingga elemen yang dirasa tidak diperlukan tidak akan ada lagi di dalamframe. Tekniknya adalah dengan melakukan zoom pada subyek dengan menggunakan aperture yang lebar untuk memperoleh depth of field yang diinginkan. Atau bisa juga dengan melakukan crop terhadap gambar di akhir poses.

10. Leaving space

Meninggalkan ruang kosong yang luas di sekitar subyek dapat membuat foto menjadi sangat atraktif. Teknik komposisi ini dapat menciptakan sensasi sederhana dan minimalis.Sebagaimana teknik komposisi fill the frame,teknik komposisi ini dapat membantu viewer menjadi lebih fokus pada subyek utama tanpa adanya gangguan.

11. Patterns

Berbagai macam patterns atau pola dapat kita temui dimanapun, baik berupa buatan tangan manusia maupun hasil kreasi alam. Sebuah pola atau pattern dapat secara visual kita lihat karena pola atau patternmenyajikan harmoni dan irama tertentu.

Sesuatu yang harmonis dan berirama dapat membuat kita merasakan nuansa tertentu. Dengan menyatukan beberapa pola ke dalam foto, kita dapat menciptakan suatu komposisi yang baik.

Manfaat Mempelajari Macam-macam Komposisi Fotografi

Dilansir dari laman pakarkomunikasi.com, apabila dalam mempelajari berbagai macam komposisi fotografi tentunya dapat mendatangkan manfaat bagi para pemula yang ingin terjun dalam dunia fotografi. Diantaranya adalah kita menjadi lebih memahami tentang apa itu komposisi, elemen-elemen yang ada di dalamnya, serta berbagai macam komposisi fotografi yang dapat membantu kita menciptakan karya seni yang bernilai tinggi.

(Aldhan Gradika S / Anar Nalendra W)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*