Tips Fotografi Rio Motret

Fisinews.com – Belajar fotografi memanglah menarik karena kita dapat menghasilkan sebuah karya foto atau gambar yang keren melalui jepretan yang tentunya dengan menggunakan sebuah teknik dan hasilnya dapat kita pamerkan kepada teman-teman dengan cara dipost dalam akun media sosial yang kita miliki.

Mempelajari fotografi bisa bersumber dari mana saja dan siapa saja. Namun pada kali ini kita akan mempelajari sebuah tips fotografi dariRio Wibowo.

Rio Wibowo atau yang lebih dikenal dengan Rio Motret adalah seorang fashion photography ternama di Indonesia yang berperan penting dalam industri hiburan dan modeling.

Saat ini Rio Motret merupakan salah satu fashion photographer sukses dan terkenal di Indonesia dengan banyaknya pengikut di instagram sebesar 3,5 juta followers, dan tentunya kamu bisa melihat hasil yang luar biasa keren dari jepretan kamera di instagramnya pula.

Lewat Nikon Online Learning Program, Rio membagikan tips dalam kisahnya sebagai fashion photographer.

Dilansir dari laman idn times, ada beberapatips nih dari Rio Motret yang harus kamu lakukan agar fotomu jadi awesome, diantaranya ialah sebagai berikut :

1. Mempersiapkan“Peralatan tempur” Terlebih Dahulu

Sebelum memulai sebuah eksekusi, tentu saja kita perlu menyiapkan gear terlebih dahulu. Tiga kamera Rio adalah Nikon Z7, D850 dan D750. Sementara, lensa yang paling sering dipakai Rio untuk memotret fashion adalah 24–70mm, 50mm, 85mm dan 35mm.

Setiap kamera punya keunggulan tersendiri. Misalnya, Nikon Z7 sering dibawa traveling karena memiliki body kecil dan ringan. Sementara itu, aksesoris lighting favorit Rio adalah beauty dish. Bagi yang hendak merintis sebagai fotografer fashion, Rio Wibowo menyarankan untuk mempunyai reflektor. Selain bisa memantulkan cahaya dan membuat cahaya dan membuat hasil foto lebih soft, reflektor sangat ringan dan mudah dibawa kemana-mana.

2. Kemudian, Susun Konsep Fotomu

Konsep ini terdiri dari beberapa hal yaitu mood board, model, set up, make up, wardrobe dan aksesoris. Menurut Rio, kita bisa menciptakan konsep apa saja, karena kita bisa bebas berkarya dan mengekspresikan sesuatu hal dalam bentuk foto fashion. Foto ini bisa dibuat menjadi blur, grain, black & white, atau vintage, sesuai konsep yang diinginkan dan tetap terlihat artistik.

Harus ada konsepnya, jika tidak, hasilnya akan terlihat asal dan standar. Kita bisa mengombinasi ekspresi dan kreativitas. Konsep bisa dibuat dalam bentuk mood board, yakni kumpulan ide-ide untuk foto kita,” ujar pria yang mulai memotret model sejak tahun 2004 ini.

Mood board tersebut dibuat dalam bentuk kolase gambar. Misalnya, jika kita ingin memotret dengan konsep silver, maka cari inspirasi make upwardrobe dan aksesoris berwarna serupa. Lalu, sesuaikan dengan hairdo dan background foto.

3. Memilih Model Yang Bisa Membawakan Konsepmu Dengan Baik

Langkah berikutnya, kita harus selektif dalam memilih model yang bisa membawakan konsep yang sudah dibuat sesuai keinginan kita. Menurut Rio, model tidak harus cantik atau tampan, tetapi harus cocok dengan karakter yang dicari. Misalnya, konsep yang dibawakan ialah fierce, maka carilah model yang memiliki karakteristik wajah tertentu seperti rahang tegas atau memiliki sorot mata tajam.

Perlu diingat bahwa setiap model membutuhkan karakter lighting yang berbeda. Misal, model perempuan biasanya memakai lighting beauty dan soft, skintone lembut dan dikombinasikan dengan warna agak pastel,” saran fotografer tersebut.

Sementara, model laki-laki cenderung memiliki karakter maskulin. Alhasil, perlu penyesuaian lighting, misalnya dibuat dramatis, dengan pencahayaan yang keras, skintone dibuat gelap dan ada shadow. Tentu, ini hanya gambaran umum, sebab kamu bisa membuat konsep di mana perempuan terlihat maskulin atau justru laki-laki menonjolkan sisi femininnya.

4. Agar Tidak Jenuh, Usahakan Jangan Memakai Background Polos

Setelah konsep dipegang, langkah selanjutnya yakni beranjak ke set up. Rio menyarankan agar kita mendekorasi set up sesuai konsep. Sebab, jika hanya mengandalkan background polos saja, kemungkinan kita pastinya cepat bosan dengan hal tersebut, maka dari itu Rio memberikan sebuah tips agar background nya menarik.

Dekor tidak harus mahal. Kamu bisa menggunakan kertas metalik atau rumbai-rumbai kertas Natal. Bisa juga memakai rumput kering, seolah-olah berada di musim kemarau,” ujar Rio, yang menyarankan kita untuk berinovasi sesuai kreativitas.

Untuk mengambil potret wajah, kita tidak perlu set up yang terlalu besar, cukup dengan ukuran 1×1 meter. Cara lain adalah dengan menyobek backgroundatau melempar kain untuk menyiasati agar tidak terlihat membosankan. Tidak harus keluar banyak uang dan hasilnya nanti mengesankan.

5. Jangan Sampai Melupakan Wardrobe, Aksesoris dan MakeUp Agar Fotomu Terlihat Bercerita

Menurut Rio, wardrobemerupakan unsur pendukung yang paling kuat dalam fotografi fashion. Ia mencontohkan konsep foto Pandawa Lima yang melibatkan beberapa aktor tanah air. Di foto itu,terlihat Reza Rahardian memakai wardrobe berupa aksesoris tradisional Jawa yang dipadukan dengan kain batik sebagai bawahan.

Menurut Rio, kita tidak harus membeli sebuah wardrobe, melainkan kita bisa meminjam kepada desainer. Bisa juga meminjam baju rancangan dari mahasiswa jurusan fashion design.

Apabila baju yang dibutuhkan itu simpel dan kita bisa membelinya di pasar-pasar, Rio menyarankan untuk membelinya. Lalu yang paling penting, kita jangan lupa untuk memberikan mention kepada brand atau desainer saat hasil fotonya diunggah ke media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook sebagai rasa apresiasi terhadapnya.

Interested ? Let’s make it happen!

(Biata Novilia Kartika D / Anar Nalendra W)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*