Pandemi Covid-19 dan Kegagalan Pebulutangkis Indonesia dalam Bertanding di Ajang Bergengsi All England

TEMPAT DAN TANGGAL BERITA : SOLO│21 Maret 2021│17.00 WIB

Fisinews.com – All England merupakan sebuah ajang kompetisi olahraga bulutangkis bergengsi di dunia, kali kedua ajang ini diselenggarakan Birmingham mengikutsertakan berbagai negara kecuali Indonesia. Hal ini sangat disayangkan sekali, karena para atlet dan seluruh kru tim Indonesia sudah menyiapkan semuanya untuk mengikuti ajang tersebut.

Di lansir dalam Detik.com Indonesia gagal mengikuti ajang tersebut di karenakan ketika dalam perjalanan menuju ke Birmingham, dalam pesawat yang di tumpangi oleh para atlet Indonesia terdapat salah satu penumpang di pesawat tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini merupakan sebuah kesedihan terbesar bagi bangsa Indonesia terutama bagi para atlet dan pendukungnya. Sebab dari segi historis negara Indonesia tak pernah absen dalam perlombaan bergengsi seperti ini, dan selalu membawa pulang medali. Tetapi kali ini Indonesia tidak dapat berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Dalam tulisan ini, penulis mencoba untuk mengutarakan isi pikiran terhadap kegagalan Indonesia bertanding di ajang tersebut, yang dimana penulis merasa keberatan akan pernyataan sepihak yang dilakukan oleh BWF terhadap atlet Indonesia.

Perihal salah satu penumpang pesawat yang terinfeksi Covid-19 bukan berarti seluruh penumpang pesawat tersebut ikut terinfeksi juga, hal ini merupakan pengambilan keputusan yang terburu-buru dan sepihak terhadap Indonesia tanpa adanya pengacuan dan penerapan terhadap protokol kesehatan Covid-19, mendiskualifikasi tanpa adanya bukti jelas yang kuat bahwa para atlet Indonesia yang terinfeksi Covid-19.

Seharusnya dalam kejadian ini, BWF lebih menyarankan untuk proses karantina terhadap para atlet, biasanya atlet kalaupun terinfeksi Covid-19, proses penyembuhannya tidak akan lama, seperti yang di alami oleh atlet sepak bola AC Milan (Ibrahimovic) yang hanya melewati 3 hari proses penyembuhan dan dinyatakan negatif Covid-19.

BWF semestinya harus memberikan tenggang waktu terhadap para atlet Indonesia untuk melakukan karantina dan juga melakukan test swab sebelum menyatakan diskualifikasi tanpa adanya proses penerapan protokol Covid-19. Sehingga BWF tidak terkesan terburu-buru melakukan diskualifkasi dan terkesan ingin menggagalkan Indonesia untuk bertanding dalam ajang tersebut.

(Dimas Arif P / Anar Nalendra W)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*