Sepak Bola dan Pesan Solidaritas di Dalamnya!

foto : Wildan Hamdani/INDOSPORT

Fisinews.com│Sepak bola merupakan olahraga yang melampaui batas sekat kelas sosial, dalam hal ini tidak ada tendensi strata sosial dalam permain sepak bola, semua orang melakukannya dengan bahagia tanpa memperhatikan dari mana latar belakang kelas sosial pemainnya.

Sepanjang sejarah, sepak bola selalu memikat hati para penonton dan pemainnya melalui pesan-pesan solidaritas yang terjadi di lapangan ataupun di bangku penonton sekalipun.

Di dalam sebuah acara interview di youtube channel Vincent and Desta, mereka mengundang salah satu atlet sepak bola legenda yaitu Bambang Pamungkas. Dalam interview santai tersebut, Bepe atau sebutan akrabnya, menjelaskan secara eksplisit bahwa hubungan antara supporter dan pemain memiliki peran yang signifikan, yakni seorang pemain menjadi cermin terhadap supporter nya. Ketika para pemain menunjukkan sifat solidaritas di dalam lapangan, maka hal itu pun akan menjadi virus baik terhadap supporter mereka. Hal ini tak hanya di dalam dunia persepakbolaan saja, melainkan merambah ke cakupan lebih luas tentang solidaritas.

Solidaritas di kalangan masyarakat umum, termasuk juga supporter sepakbola muncul dari adanya rasa saling keterhubungan sosial diantara satu orang dengan orang lainnya atau satu kelompok dengan kelompok lainnya.

Dilansir dari salah satu artikel Unikom, Tercatat pada kasus palestina, hal tersebut mendapatkan perhatian yang cukup besar dari supporter sepakbola Indonesia. Tidak hanya satu atau dua supporter dari tim di liga Indonesia menampilkan aksi solidaritas politik, tetapi banyak kelompok supporter melaksanakan aksi serupa. Tercatat supporter dari tim-tim berikut ini ikut mengeluarkan pesan untuk disampaikan pada khalayak mengenai kepedulian mereka pada kasus-kasus yang mencoreng kemanusiaan; Persela Lamongan, PSS Sleman, Borneo FC, Persebaya Surabaya, Madura United, Persija Jakarta, Persis Solo, Persib Bandung, Persik Kediri dan PSM Makasar.

Sepakbola pada akhirnya bukan hanya pertandingan 2×45 menit di lapangan hijau, pemahaman mengenai sepakbola pun bertambah, tidak hanya sebatas taktik dan strategi atau menariknya permainan di lapangan. Sepakbola bisa menjadi alat sosial politis yang sangat berguna yaitu sebagai medium pemersatu, menjadi penghantar pesan atau informasi mengenai perdamaian untuk disampaikan pada khalayak luas.  

(Dimas Arif P / Anar Nalendra W)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*