DOSEN UNISRI MEMBERIKAN TIPS SAAT PERKULIAHAN KEPADA MAHASISWA DAN MASYARAKAT AGAR BIJAK DALAM MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA UNTUK MENENTUKAN PEMIMPIN BANGSA KEDEPAN

Surakarta – Pemilu 2024 memang sudah usai,tapi kita masih menunggu keputusan MK terhadap gugatan yang diberikan terkait adanya pemilihan capres cawapres yang diulang kembali. harapannya masyarakat dapat berperan aktif dalam pemeliharaan kedepan,kita sebagai rakyat indonesia harus berandil dalam menentukan siapa pemimpin bangsa indonesiaselanjutnya.
Drs GPH Dipo Kusumo, M.Si UNISRI  (Universitas Slamet Riyadi) mengatakan pemilihan umum yang selama ini dilakukan memang sering di warnai beberapa isu yang kurang mengenakkan, salah satunya SARA, maka dengan ini kita sebagai seorang tenaga pengajar serta mahasiswa harus pintar pintar dalam menyaring informasi.
“Isu-isu SARA harus kita cegah sedini mungkin,karena dapat mengganggu stabilitas politik, dan mengancam keharmonisan bangsa,”ujar Drs GPH Dipo Kusumo, M.Si pada hari Jumat,22 Maret 2024
Dalam keterangannya saat menjelaslan beberapa materi terkait manajemen pariwisata,Bapak Dipo juga mengutip beberapa hal hal mengenai politik terutama tentang pemilu yang telah usai kita lakukan,Bapak Dipo memberikan sedikit penjelasan serta memberikan tips yang baik bagi para mahasiswanya agar kelak bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar,Bapak Dipo menjelaskan berbagai macam hal seperti bagaimana cara memanajemen waktu yang baik dan benar,bagaimana memanajen uang serta bagaimana cara kita agar menjadi seorang pemimpin yang baik ketika beliau menjelaskan beberapa hal terkait informasi yang harus di dapatkan oleh mahasiswanya di kelas A3.07 di Universitas Slamet Riyadi Surakarta,Bapak Dipo sangat berantusias dan menunggu hasil keputusan MK terkait adanya pemilihan ulang capres dan cawapres,beliau juga memberikan sedikit tips yang bisa digunakan para mahasiswanya untuk memilih calon pemimpin mendatang.

Pertama saling mengingatkan kepada semua warga Indonesia bahwa kita adalah satu bangsa, dengan berbagai suku, agama, ras, dan latar belakang yang beragam. Persatuan dalam keragaman adalah kekuatan kita.

Kedua, hormati hak asasi manusia. Jaminan hak asasi manusia harus ditegakkan untuk semua warga, tanpa pandang bulu. Semua orang memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam Pemilu dan memiliki pendapat politik mereka.

Ketiga, tidak ada tempat untuk diskriminasi. Isu-isu SARA harus dihindari sepenuhnya dalam perdebatan politik. Jangan biarkan perbedaan dalam hal apapun itu

Keempat ajak diskusi yang sehat. Diskusikan perbedaan pandangan dengan sopan dan beradab. Hargai pendapat orang lain, dan berfokus pada argumen-argumen fakta dan kebijakan.

Kelima, bekerja sama untuk Indonesia yang lebih baik. Ingatkan pada semua orang bahwa tujuan utama kita adalah membangun Indonesia yang lebih baik. Untuk mencapainya, kita harus bekerja sama tanpa terpengaruh oleh isu-isu SARA yang memecah belah.

Keenam, pantau media sosial dengan bijak. Waspadai penyebaran berita palsu dan provokasi di media sosial. Verifikasi informasi sebelum membagikannya dan hindari menyebarkan konten yang memicu konflik.

“Ketujuh laporkan pelanggaran.Jika melihat atau mendengar insiden yang melibatkan isu-isu SARA atau pelanggaran hukum terkait Pemilu, laporkan kepada pihak berwenang,”kata Prof.Sutoyo.”

Kedelapamn berpartisipasi dalam pendidikan pemilih: Edukasi pemilih adalah kunci untuk pemilu yang adil. Ajak orang-orang di sekitar untuk memahami proses pemilu dan hak serta tanggung jawab mereka sebagai pemilih.
“Terakhir, jadilah contoh yang baik.

 

 

Reporter : Nabila Putri
Redaktur : Alifia D.R

Pos dibuat 448

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas