Wow Keren, Beberapa Teknologi Ramah Lingkungan Ini Dapat Menyelamatkan Bumi!

https://pixabay.com/illustrations/earth-globe-birth-new-arise-405096/

TEMPAT DAN TANGGAL BERITA : Solo | Kamis, 18 Maret 2021 | 12.00 WIB

Surakarta, fisinews.com – Teknologi lingkungan adalah sebuah konsep untuk mencapai tujuan tertentu. Di mana dalam pelaksanaannya mengacu pada faktor-faktor lingkungan. Saat ini perkembangan teknologi semakin pesat, mulai dibidang pertanian, industri besar, dan industri skala rumah tangga. Pemanfaatan teknologi yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Adanya teknologi tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan dan pemenuhan kebutuhan manusia. Dikutip situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenlhk), teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang dalam pembuatan dan penerapannya menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan. Proses yang efektif dan efisien dan mengeluarkan limbah yang minimal dapat mengurangi serta mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup. Teknologi ramah lingkungan harus memenuhi persyaratan terhadap regulasi. Selain itu efisien dalam penggunaan sumber daya, baik itu air, energi,penggunaan bahan baku, dan bahan kimia. Semua orang membutuhkan sebuah lingkungan yang bersih dan bebas dari segala bentuk pencemaran, baik itu pencemaran udara, pencemaran tanah, maupun pencemaran air. Ini dia beberapa tekonologi ramah lingkungan :

1. Kincir Angin

Kebun angin untuk energi terbarukan via https://www.apakabarsidimpuan.com

Angin dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi pengganti bahan bakar fosil. Energi angin dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan baling-baling atau kincir yang kemudian menghasilkan jenis energi lain, seperti energi listrik untuk berbagai keperluan. Contoh negara yang menerapkan teknologi ramah lingkungan kincir angin adalah Belanda. Selain itu, penerapan di Indonesia telah dilakukan di PLTB Sidrap.

2. Biogas

Siapa sangka kotoran hewan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi manusia. Biogas dihasilkan oleh aktivitas fermentasi bahan-bahan organik. Sebenarnya tidak hanya kotoran hewan, kotoran manusia dan limbah domestik juga dapat dimanfaatkan sebagai biogas. Mengapa kotoran dapat dijadikan sebagai sumber energi? Sebab adanya karbondioksida dan metana pada kotoranlah yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan maupun listrik. Selain hemat biaya, bahan bakar biogas juga lebih ramah lingkungan dan menjadi solusi cerdas dalam pengelolaan limbah.

Gambar https://fkmtfindonesia.or.id/teknologi-biogas-untuk-menghasilkan-bahan-baku-ramah-lingkungan-di-masa-depan/ 

3. Lampu Seumur Hidup

Ide menciptakan lampu seumur hidup datang dari mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Lampu hemat energi ini merupakan jawaban untuk persoalan krisis energi yang sedang melanda bumi. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, kebutuhan energi juga berbanding lurus dengan kondisi tersebut. Sementara pasokan energi berbahan fosil makin hari semakin memprihatinkan.

Gambar REUTERS/Pichi Chuang

Dilansir dari Tempo.co, sekelompok mahasiswa dari universitas tersebut memanfaatkan bakteri bioluminescence untuk menciptakan lampu seumur hidup. Bakteri yang ada dalam tubuh cumi-cumi ini mampu mengeluarkan cahaya berwarna biru. Semakin banyak jumlah kandungan bakterinya, maka lampu akan semakin terang.

4. Lemari Es Tanpa Listrik

Kebutuhan akan lemari pendingin telah menjadi hal wajib bagi masyarakat di Indonesia. Hal ini menginspirasi terciptanya kulkas atau lemari es tanpa listrik yang dibuat oleh Arya Nardhana dan Sanika Putra, siswa SD Al Azhar 14 Semarang. Dikutip dari Detik.com, kulkas tanpa listrik ini terbuat dari bahan styrofoam, pasir, serta air dingin. Lemari es dengan sistem sederhana ini mampu menjaga sayuran tetap segar hingga satu minggu.

Gambar https://pickybest.id/kulkas-terbaik/

Sumber : Tempo.co | Detik.com | Akseleran Blog

(Daffa/Elvira)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*